Cara Migrasi dari MySQL 5.7 ke MariaDB 10.5 di Ubuntu 18.04
Pada tutorial ini, kita akan membahas langkah-langkah migrasi database dari MySQL versi 5.7 ke MariaDB versi 10.5 di sistem operasi Ubuntu 18.04. MariaDB adalah salah satu alternatif open-source yang populer dan sering digunakan sebagai pengganti MySQL.
Prasyarat
Sebelum memulai proses migrasi, pastikan Anda memenuhi prasyarat berikut:
- Sistem operasi Ubuntu 18.04 terinstal.
- MySQL 5.7 sudah terinstal dan berjalan di server.
- Akses ke terminal dengan hak istimewa
sudo. - Backup data penting dari database MySQL Anda.
Langkah Utama
1. Backup Database MySQL
Sebelum melakukan migrasi, langkah pertama yang penting adalah melakukan backup terhadap semua data yang ada di MySQL. Anda dapat menggunakan perintah mysqldump untuk membuat salinan dari database Anda:
mysqldump -u root -p --all-databases > all_databases_backup.sql
Masukkan password root MySQL ketika diminta. File all_databases_backup.sql akan berisi semua data yang diperlukan untuk migrasi.
2. Menghentikan Layanan MySQL
Sebelum menginstal MariaDB, Anda perlu menghentikan layanan MySQL. Gunakan perintah berikut:
sudo systemctl stop mysql
3. Menghapus MySQL
Setelah MySQL dihentikan, Anda dapat menghapusnya dari sistem dengan perintah:
sudo apt remove mysql-server mysql-client mysql-common mysql-server-core- mysql-client-core- --purge
Perintah ini akan menghapus semua paket terkait MySQL beserta konfigurasi yang ada.
4. Menyimpan Data Konfigurasi
Jika ada konfigurasi khusus yang ingin Anda simpan, Anda perlu menyalinnya sebelum menghapus MySQL. Biasanya, file konfigurasi terletak di /etc/mysql/.
sudo cp -r /etc/mysql/ /etc/mysql_backup/
5. Menginstal MariaDB
Setelah MySQL berhasil dihapus, Anda dapat menginstal MariaDB menggunakan perintah berikut:
sudo apt update
sudo apt install mariadb-server mariadb-client
6. Mengamankan Instalasi MariaDB
Setelah instalasi selesai, jalankan skrip pengaman untuk mengkonfigurasi MariaDB:
sudo mysql_secure_installation
Ikuti petunjuk di layar untuk mengatur password root dan menghapus pengguna anonimus.
7. Mengimpor Data dari Backup
Setelah MariaDB terinstal dan dikonfigurasi dengan aman, saatnya untuk mengimpor data dari backup yang telah Anda buat sebelumnya:
mysql -u root -p < all_databases_backup.sql
Masukkan password root MariaDB ketika diminta.
Konfigurasi Lanjutan
Setelah migrasi, Anda mungkin ingin melakukan beberapa konfigurasi tambahan pada MariaDB:
- Ubah pengaturan di file
/etc/mysql/mariadb.conf.d/50-server.cnfuntuk mengoptimalkan kinerja. - Aktifkan plugin yang diperlukan atau ubah pengaturan autentikasi sesuai kebutuhan aplikasi Anda.
- Pastikan izin dan hak akses database sesuai dengan pengguna yang akan mengaksesnya.
Best Practices
Berikut adalah beberapa praktik terbaik yang perlu dipertimbangkan saat melakukan migrasi database:
- Selalu lakukan backup sebelum memulai proses migrasi.
- Uji migrasi di lingkungan staging sebelum menerapkannya di lingkungan produksi.
- Dokumentasikan setiap langkah yang diambil selama proses migrasi untuk referensi di masa mendatang.
- Monitor kinerja database setelah migrasi untuk mengevaluasi dampak perubahan.
Troubleshooting
Jika Anda mengalami masalah selama atau setelah migrasi, berikut adalah beberapa langkah untuk memperbaikinya:
- Periksa log error MariaDB yang terletak di
/var/log/mysql/error.loguntuk menemukan detail kesalahan. - Pastikan semua paket dan dependensi MariaDB terinstal dengan benar.
- Cek konfigurasi di
/etc/mysql/mariadb.conf.d/untuk memastikan tidak ada konflik konfigurasi. - Jika ada masalah dengan pengimporan, pastikan format file backup sesuai dengan ekspektasi MariaDB.
Kesimpulan
Migrasi dari MySQL 5.7 ke MariaDB 10.5 di Ubuntu 18.04 adalah proses yang relatif mudah jika diikuti langkah-langkah yang tepat. Dengan melakukan backup yang baik, mengikuti prosedur penghapusan dan instalasi, serta mengonfigurasi MariaDB dengan benar, Anda dapat memastikan transisi yang lancar.
Dengan adanya MariaDB, Anda bisa mendapatkan performa yang lebih baik dan lebih banyak fitur tambahan yang tidak tersedia di MySQL. Selalu ingat untuk melakukan pengujian dan monitoring setelah migrasi untuk memastikan sistem berjalan dengan baik.
Verifikasi Teknis
Panduan ini disusun berdasarkan referensi teknis terbaru. Namun, konfigurasi server dapat bervariasi. Lihat sumber referensi asli →
📚 Artikel Terkait
Cara Backup MySQL/MariaDB Secara Otomatis di Linux
510 kata • Baca selengkapnya →

Cara Memisahkan Apache Web Server dan MariaDB Database Server
712 kata • Baca selengkapnya →
Cara Replikasi Database Master-Master MariaDB 10 di Ubuntu 16.04
528 kata • Baca selengkapnya →
Cara Replikasi Database Master-Slave MariaDB 10 di Ubuntu 16.04
583 kata • Baca selengkapnya →