Cara Replikasi Database Master-Master MariaDB 10 di Ubuntu 16.04
Pembuka
Replikasi database adalah fitur penting dalam manajemen database yang memungkinkan duplikasi data di antara beberapa server. Dalam tutorial ini, kita akan membahas cara mengkonfigurasi replikasi master-master pada MariaDB 10 di Ubuntu 16.04. Replikasi master-master memungkinkan kedua server database untuk bertindak sebagai master, sehingga memudahkan distribusi beban dan meningkatkan ketersediaan data.
Prasyarat
Sebelum memulai, pastikan Anda memiliki hal-hal berikut:
- Dua server dengan Ubuntu 16.04 yang sudah terinstal MariaDB 10.
- Akses root atau pengguna dengan hak istimewa sudo pada kedua server.
- Firewall yang sudah dikonfigurasi dengan UFW untuk mengizinkan koneksi yang diperlukan.
- Pengetahuan dasar tentang sistem Linux dan MariaDB.
Langkah Utama
Langkah 1: Instalasi MariaDB
Jika MariaDB belum terinstal, Anda dapat melakukannya dengan perintah berikut:
sudo apt update
sudo apt install mariadb-server
Setelah instalasi selesai, pastikan MariaDB berjalan dengan baik menggunakan perintah:
sudo systemctl status mariadb
Langkah 2: Konfigurasi Server
Setelah MariaDB terinstal, kita perlu mengkonfigurasi masing-masing server untuk mendukung replikasi master-master. Pertama, buka file konfigurasi MariaDB:
sudo nano /etc/mysql/mariadb.conf.d/50-server.cnf
Tambahkan atau modifikasi baris berikut:
[mysqld]
server-id=1
log_bin=mysql-bin
binlog_do_db=nama_database
Gantilah server-id dengan 2 untuk server kedua. Pastikan untuk mengatur nama database yang ingin direplikasi pada kedua server.
Langkah 3: Mengatur User untuk Replikasi
Masuk ke MariaDB menggunakan:
sudo mysql
Selanjutnya, buat user untuk replikasi di masing-masing server:
CREATE USER 'repl'@'%' IDENTIFIED BY 'password';
GRANT REPLICATION SLAVE ON . TO 'repl'@'%';
Langkah 4: Konfigurasi Replikasi
Pada server pertama, jalankan:
SHOW MASTER STATUS;
Catat nilai File dan Position. Kemudian pada server kedua, jalankan:
CHANGE MASTER TO
MASTER_HOST='ip_server_pertama',
MASTER_USER='repl',
MASTER_PASSWORD='password',
MASTER_LOG_FILE='nama_file',
MASTER_LOG_POS=nomor_posisi;
Gantilah nama_file dan nomor_posisi dengan nilai yang Anda catat sebelumnya.
Langkah 5: Memulai Replikasi
Setelah semua konfigurasi selesai, aktifkan replikasi di server kedua dengan perintah:
START SLAVE;
Anda dapat memeriksa status replikasi dengan:
SHOW SLAVE STATUS\G;
Konfigurasi Lanjutan
Setelah replikasi dasar berhasil diatur, Anda dapat mempertimbangkan beberapa pengaturan lanjutan:
- Failover Otomatis: Menggunakan alat seperti MHA atau Orchestrator dapat membantu mengelola failover secara otomatis.
- Monitoring: Gunakan alat monitoring untuk memantau kinerja dan kesehatan replikasi database.
- Backup: Selalu lakukan backup secara berkala untuk menghindari kehilangan data.
Best Practices
Berikut adalah beberapa praktik terbaik yang perlu diingat saat menggunakan replikasi master-master:
- Selalu gunakan password yang kuat untuk user replikasi.
- Pastikan firewall dikonfigurasi dengan benar untuk mengizinkan koneksi yang diperlukan.
- Uji replikasi di lingkungan pengembangan sebelum menerapkannya di produksi.
- Jaga agar versi MariaDB di kedua server tetap sama untuk menghindari masalah kompatibilitas.
Troubleshooting
Jika Anda mengalami masalah, berikut beberapa langkah untuk mendiagnosis:
- Periksa log MariaDB di
/var/log/mysql/error.loguntuk menemukan kesalahan. - Gunakan perintah
SHOW SLAVE STATUS\G;untuk memeriksa status replikasi. - Pastikan kedua server dapat saling terhubung melalui jaringan.
- Verifikasi bahwa
server-iddi setiap server berbeda.
Kesimpulan
Dalam tutorial ini, Anda telah belajar cara mengkonfigurasi replikasi master-master pada MariaDB 10 di Ubuntu 16.04. Dengan replikasi ini, Anda dapat meningkatkan ketersediaan dan kinerja database Anda. Pastikan untuk selalu mengikuti praktik terbaik dan melakukan monitoring secara teratur untuk menjaga kesehatan sistem Anda.
Catatan: Pastikan untuk mengganti placeholder seperti ip_server_pertama, nama_database, dan password sesuai dengan lingkungan Anda sendiri.
Verifikasi Teknis
Panduan ini disusun berdasarkan referensi teknis terbaru. Namun, konfigurasi server dapat bervariasi. Lihat sumber referensi asli →
📚 Artikel Terkait
Cara Backup MySQL/MariaDB Secara Otomatis di Linux
510 kata • Baca selengkapnya →

Cara Memisahkan Apache Web Server dan MariaDB Database Server
712 kata • Baca selengkapnya →
Cara Migrasi dari MySQL 5.7 ke MariaDB 10.5 di Ubuntu 18.04
591 kata • Baca selengkapnya →
Cara Replikasi Database Master-Slave MariaDB 10 di Ubuntu 16.04
583 kata • Baca selengkapnya →